Selamat pagi, Ibu.
Dan terimakasih, untuk semuanya. Sampai sejauh ini kau masih
sanggup bersabar untuk terus bersamaku, membimbingku, membesarkanku hingga 16
tahun berlalu.
Maaf jikalau anakmu ini sering membuatmu kesal, atau bahkan
marah. Maaf belum bisa membuatmu bangga dengan apa adanya diriku. Maaf aku
masih sering melukai perasaanmu.
Tapi percayalah Bu, dengan segenap hati aku menyayangimu.
Berharap suatu saat nanti aku akan membuatmu dengan bangga berkata “Ini anakku”.
Saat ini aku belum bisa berbuat apa-apa. Bahkan hidupku pun
masih kugantungkan padamu. Hanya bisa menangis saat ada masalah. Berharap jika
memelukmu dan mencurahkan segalanya akan terasa lebih baik.
Aku bukan seseorang yang mudah mengatakan apa yang kurasa,
Ibu. Bahkan untuk sekedar langsung mengatakan bahwa aku benar-benar
menyayangimu pun aku harus berpikir dua kali. Tapi sungguh, meskipun aku tak
mengatakannya lansung padamu, kau pun tau itu. Dan dalam setiap doa yang
kupanjatkan akan selalu ada namamu disana.
Selamat Hari Ibu. Untuk para Ibu hebat disini dan di luar
sana.
Dan untuk Ibuku, you’re the best person I ever meet, my angel. I love
you.
With love,
F-S-I-D.